Prodi S1 Arsitektur

Ketua Program Studi Arsitektur

This image has an empty alt attribute; its file name is 2021-03-31-043757163-819x1024.jpg

Aprodita Emma Yetti, S.T., M.Sc.

Program Studi Arsitektur Unisa Yogyakarta dengan wawasan kesehatan mencetak sarjana arsitektur dan profesional muda yang amanah, pionir, responsif, inisiatif dan mahir di bidang arsitektur untuk berkontribusi serta bersinergi memberi manfaat.

PROFIL PRODI ARSITEKTUR S1

KEUNGGULAN :

Menjadi Program Studi yang unggul dan pilihan di bidang perancangan Arsitektur Kesehatan ‘Health Architecture’ berbasis nilai-nilai Islam.


VISI:

  1. Menyelenggarakan pendidikan yang menghasilkan sarjana arsitektur yang profesional dan unggul di konsep perancangan humanis, tanggap terhadap lingkungan, berakhlak mulia, berjiwa entrepreneur dan menempatkan nilai-nilai keIslaman sebagai landasan dalam menghadapi tuntutan zaman.
  2. Menyelenggarakan kegiatan perancangan dan penelitian yang diarahkan pada pengembangan pengetahuan dan teknologi khususnya Bidang Arsitektur berlandaskan etika akademik dan menjunjung tinggi nilai-nilai ke-Islaman untuk kemaslahatan umat manusia.
  3. Menyelenggarakan pendidikan Arsitektur berbasis nilai-nilai Islam yang mampu menjadi pusat pengembangan pemikiran dan pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi pelayanan umum.
  4. Menyelenggarakan tata kelola prodi arsitektur yang baik dan amanah secara berkelanjutan.
  5. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan penerapan konsep perancangan arsitektur sehat, humanis, serta tanggap terhadap lingkungan dan dapat menjadi penggerak masyarakat dalam memajukan kehidupan umat dan bangsa.

MISI:

  1. Dihasilkannya Sarjana Arsitektur yang mampu mengembangkan sikap kewirausahaan, mampu bekerjasama dalam bingkai etika Islami dan menumbuhkan sikap belajar sepanjang hayat serta sikap (attitudes) yang memenuhi kebutuhan dunia kerja baik nasional ataupun internasional.
  2. Terwujudnya pendidikan perancangan dan penelitian yang diarahkan pada pengembangan pengetahuan dan teknologi khususnya Bidang Arsitektur Berwawasan Kesehatan dan berlandaskan etika akademik serta menjunjung tinggi nilai-nilai ke-Islaman untuk kemaslahatan umat manusia.
  3. Terwujudnya karya-karya perancangan arsitektur berwawasan kesehatan yang dapat dijadikan referensi desain dan karya-karya penelitian yang dapat menjadi sumber informasi ilmiah, bersifat aplikatif, dan menjadi rujukan dalam pemecahan masalah.
  4. Terwujudnya tata kelola program studi yang baik dalam rangka meningkatkan kontribusi program studi Arsitektur dalam pembangunan di masyarakat untuk kemaslahatan umat.

TUJUAN

  • Dihasilkannya Sarjana Arsitektur yang mampu mengembangkan sikap kewirausahaan, mampu bekerjasama dalam bingkai etika Islami dan menumbuhkan sikap belajar sepanjang hayat serta sikap (attitudes) yang memenuhi kebutuhan dunia kerja baik nasional ataupun internasional.
  • Terwujudnya pendidikan perancangan dan penelitian yang diarahkan pada pengembangan pengetahuan dan teknologi khususnya Bidang Arsitektur berlandaskan etika akademik dan menjunjung tinggi nilai-nilai ke-Islaman untuk kemaslahatan umat manusia.
  • Terwujudnya karya-karya perancangan yang dapat dijadikan referensi desain dan karya-karya penelitian yang dapat menjadi sumber informasi ilmiah, bersifat aplikatif, dan menjadi rujukan dalam pemecahan masalah.
  • Terwujudnya tata kelola program studi yang baik dalam rangka meningkatkan kontribusi program studi Arsitektur dalampem bangunan di masyarakat untuk kemaslahatan umat.

METODE PEMBELAJARAN

1. Kuliah

Kuliah dalam metode SCL bertujuan untuk mendukung modul skenario dan memberikan hal-hal yang bersifat konseptual, mutakhir dan menambah pengayaan pengetahuan bagi mahasiswa sehingga alokasi waktu kuliah dapat juga untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk aktif. Kegiatan kuliah yang dimaksud tidak mendominasi proses pembelajaran melainkan disesuaikan dengan RPS.

2. Praktikum/merancang dan mendesain

Praktikum bertujuan selain untuk meningkatkan pemahaman pengetahuan yang sudah didapat, juga untuk menambah ketrampilan mahasiswa yang dikemas dalam aktivitas di laboratorium, baik di bidang perancangan maupun perencanaan yang terkait perkuliahan.Keterampilan Profesionalisme

Keterampilan profesionalisme bertujuan untuk melatih keterampilan mahasiswa yang dapat menunjang pelaksanaan pengabdian, seperti kemampuan merancang, mengkomunikasikan ide desain, dan mempresentasikan hasil rancangan yang dilaksanakandenganmetodesimulasi. Kegiatan ini dilaksanakan sedari dini, kontinyu, serta terintegrasi dalam setiap mata kuliah studio yang dilalui oleh mahasiswa. Ketrampilan yang diberikan ini merupakan kompetensi inti Profesi Arsitek, sehingga mahasiswa sejak dini dilatih untuk bisa berkompeten sesuai standar yang ditetapkan. Sedangkan kegiatan lapangan bertujuan memberikan pengalaman belajar secara nyata dan lebih awal di dalam lingkungan masyarakat maupun lembaga atau perusahaan yang bergerak di bidang rancang bangun sehingga mereka dapat melihat dan membandingkan antara teori di kampus dengan kondisi aktual lapangan.

3. Pameran Hasil Rancangan

Pameran hasil rancangan merupakan sarana pembelajaran dan kritik antar teman (peer review and critics) dan bentuk studi referensi yang bersifat dari mahasiswa, untuk mahasiswa, dan oleh mahasiswa dalam lingkup perkuliahan studio. Pameran ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri terhadap rancangan yang dihasilkan sebagai upaya membentuk karakter mahasiswa, dan sebagai bentuk presentasi serta pertanggungjawaban kepada khalayak sehubungan dengan karya hasil rancangan atau studi yang dilakukan dalam perkuliahan studio. Pameran hasil rancangan dapat pula digunakan sebagai evaluasi perkembangan desain mahasiswa yang secara reguler dapat dilakukan pada waktu pertengahan atau akhir semester, serta dapat pula menjadi portofolio yang bisa dirujuk sebagai referensi perkembangan (track record progress) mahasiswa yang bersangkutan.

4. Plenary Discussion

Kegiatan belajar ini berupa diskusi pleno klasikal dengan mengambil topik salah satu problem dalam skenario yang dinilai paling menarik dan up to date dilaksanakan satu kali setiap semester. Dalam plenary discussion dapat menggunakan dukungan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Diskusi ini akan diikuti oleh semua mahasiswa dalam satu angkatan, 1 atau 2 kelompok sebagai presentator dan menghadirkan pakar-pakar dari bagian yang terlibat serta dosen tetap serta bagian yang terkait. Untuk plenary disccusiondapatdilaksanakanbersamadenganmahasiswa Arsitektur dari luar Kampus, tokoh Masyarakat, Profesional maupun kelompok/perserikatan Profesional.

Untuk mempertajam kemampuan komunikasi antar profesi sejak dini serta dapat membahas topik dari sisi berbeda terkait dengan kompetensinya. Plenary discussion ini bermanfaat sebagai media untuk melatih keberanian mahasiswa berdiskusi dalam skala besar, menyampaikan argumentasi, bertanya, kemampuan berbahasa inggris dan melatih critical thinking. Plenary discussion ini dilakukan dengan membahas suatu topik yang berkembang saat itu kemudian setiap Program Studi membahas dari sisi berbeda terkait dengan kompetensinya.

5. Kerja Praktek

Untuk meningkatkan daya saing lulusan, UNISA mewajibkan mahasiswa mengikuti pembinaan soft skills. Pembinaan soft skill mahasiswa dilakukan dalam bentuk Training Softskill yang bersifat wajib diikuti oleh seluruh mahsiswa. Pemberi pelatihan adalah profesional trainer yang mencakup dua program utama yaitu:

1) Program pengembangan kepribadian mahasiswa yang terdiridari Smart Thinking, Pelatihan Arsitektur Diri, Pelatihan Komunikasi Efektif, Pelatihan Problem Solving, dan Decision Making

2) Program pengembangan kemandirian yang meliputi Pelatihan Kohesifitas Personal dan Sosial, Pelatihan Tim Sinergi, Pelatihan Job Hunting, hingga Pelatihan Wirausaha.

6. Karya Tulis Ilmiah

Program Studi Arsitektur UNISA akan memfasilitasi mahasiswa yang mengikuti kompetisi Karya Tulis Ilmiah baik dalam event lokal, nasional hingga internasional. Mahasiswa yang berminat, dipersiapkan mulai dari pemilihan atau penentuan judul, penulisan proposal, pembimbingan hingga pendampingan saat kompetisi.

Dukungan Metode-metodepembelajaran yang juga dapat digunakan nantinya meliputi small group discussion, simulation, case study, discovery learning (DL), self directed (learning (SDL), cooperative learning (CL), collaborative learning (CBL), contextual instruction (CI), project based learning (PJBL) dan Problem based learning an Inquiry (PBL).


 

KOMPETENSI PRODI

Kompetensi prodi Arsitektur yaitu menghasilkan profil lulusan sebagai berikut:

JENJANGPROFIL LULUSANDESKRIPSI
Sarjana Arsitektur (S.Ars)Berpraktik mandiri (wirausaha)Arsitek yang berpraktikmandiri (wirausaha) di  bidang jasa perencanaan dan konstruksi yang relevan dengan ketrampilan dan pengetahuan arsitektur berwawasan kesehatan “health architecture” berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.
ProfesionalArsitek profesional muda yang berpraktik di instansi jasa perencanaan dan konstruksi,  pemerintahan, dan pendidikan untuk mengaplikasikan ilmu dan ketrampilannya di bidang perancangan arsitektur berwawasan kesehatan “health architecture” berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.